Pengertian Keratosis Aktinik

Banyak orang yang belum mengetahui tentang Keratosis Aktinik. Berikut adalah  pengertian Keratosis aktinik secara singkat. Keratosis Aktinik merupakan penyakit dengan tanda berupa timbulnya bintik-bintik kasar dan bersisik yang terdapat pada kulit. Mungkin banyak yang belum memahami bahwa Keratosis Aktinik merupakan area pra kanker.

Berikut ini adalah beberapa hal yang berhubungan dengan pengertian Keratosis aktinik.

Pengertian Keratosis Aktinik

Berikut adalah pengertian Keratosis aktinik secara rinci. Keratosis Aktinik merupakan patch kasar dan bersisik yang ada pada permukaan kulit yang berkembang akibat paparan sinar matahari yang bertahun-tahun. Kondisi ini sering ditemukan pada wajah, punggung, lengan, telinga dan kepala bahkan leher si penderita.

Keratosis aktinik sering dikenal dengan Keratosis surya. Keratosis aktinik bisa membesar secara perlahan dan biasanya tidak menyebabkan tanda-tanda atau gejala selain patch atau spot kecil yang terdapat pada kulit. 

Keratosis aktinik memiliki ciri khas yaitu akan timbul daerah yang tebal, bersisik, ataupun berkerak yang terasa kering dan kasar. Keratosis aktinik memiliki ukuran yang berkisar antara 2 dan 6 milimeter, akan tetapi mereka bisa tumbuh dengan diameter beberapa sentimeter. Penyebab utama Keratosis Aktinik sebenarnya adalah paparan sinar matahari.

Gejala Keratosis Aktinik

Selain pengertian Keratosis aktinik yang sudah dibahas, kini akan dibahas mengenai gejalanya. Keratosis Aktinik memiliki gejala dan tanda-tanda. Berikut ini adalah beberapa gejala dan tanda bahwa seseorang menderita Keratosis aktinik.

  • Akan timbul bintik-bintik yang kasar dan bersisik pada kulit, biasanya memiliki diameter kurang dari 1 inci (2.5 cm)
  • Patcha yang terdapat pada penderita Keratosis aktinik bisa datar hingga sedikit terangkat atau berupa benjolan yang terdapat pada lapisan atas kulit
  • Di dalam beberapa kasus, Keratosis aktinik dapat menyebabkan permukaan kulit keras seperti kutil
  • Warna dari kulit si penderita Keratosis aktinik memiliki warna yang beragam yaitu mulai dari merah muda, coklat ataupun merah seperti warna daging
  • Penderita Keratosis aktinik akan merasakan gatal di daerah kulit yang terkena 

Keratosis aktinik bisa berkembang terutama pada daerah-daerah kulit yang terkena sinar matahari, termasuk pada wajah, bibir, telinga, lengan, kulit, dan punggung.

Pencegahan Keratosis Aktinik

Radiasi ultraviolet merupakan salah satu penyebab Keratosis Aktinik dengan menginduksi mutasi pada keratinosit epidermal, yang mengarah pada proliferasi sel atipikal. Karena itu pencegahan harus dilakukan. Berikut adalah pencegahan yang bisa dilakukan untuk penderita Keratosis aktinik.

Membatasi Paparan Sinar Matahari

Anda harus menghindari paparan sinar matahari selama jam siang yaitu antara jam 10 pagi dan jam 2 siang ketika sinar UV paling kuat. Anda juga harus meminimalkan semua waktu di bawah sinar matahari, karena bisa jadi paparan UV terjadi bahkan di musim dingin dan pada hari berawan.

Menggunakan Pelindung Matahari

  • Menerapkan tabir surya dengan peringkat SPF 30 atau bisa lebih besar yang akan menghalangi sinar UVA dan UVB, setidaknya setiap 2 jam sekali dan setelah berenang atau berkeringat.
  • Menerapkan tabir surya setidaknya selama 15 menit sebelum Anda pergi ke luar, karena hal ini memungkinkan waktu untuk tabir surya diserap secara tepat oleh kulit Anda.
  • Mengenakan pakaian pelindung matahari seperti topi, kemeja lengan panjang, kacamata hitam, celana panjang atau rok panjang.

Pengertian Keratosis aktinik di atas bisa menjadi pengetahuan untuk Anda, jika mengalami gejala-gejala tersebut ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *